PENGHAPUSAN UJIAN TULIS SELEKSI NASIONAL MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI (SNMPTN) TAHUN 2013

snmptnDunia pendidikan saat ini sedang dihebohkan oleh adalah adanya rencana kementerian pendidikan dan kebudayaan (Kemendikbud) mengenai penghapusan jalur tulis dalam Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) Tahun 2013. Penghapusan ujian tulis ini akan diganti dengan SNMPTN undangan serta ujian mandiri yang akan dilaksanakan di perguruan tinggi negeri masing-masing. Salah satu tujuan  penghapusan ujian tulis ini yaitu untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia serta untuk meningkatkan fungsi dari ujian nasional (UN) yang selama ini menjadi penentu kelulusan peserta didik dalam menentukan kelanjutan studinya. Saat ini wacana yang beredar di masyarakat mengenai paket ujian nasional akan ditambah, pada tahun 2011/2012 paket ujian nasional sebanyak 5 paket tetapi pada tahun 2013 mendatang akan ditambah menjadi 20 paket. Hal ini jelas akan menambah beban peserta didik, baik dari segi psikologisnya maupun mentalnya. Tetapi tujuan pemerintah dengan panambahan paket ini yaitu untuk menekan angka kecurangan yang marak terjadi dibanyak sekolah  di Indonesia, serta untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia karena dengan ditambahnya paket untuk ujian nasional tersebut diharapkan peserta didik akan lebih giat serta akan lebih termotivasi dalam belajar. Hasil ujian nasional ini juga nantinya akan digunakan sebagai syarat untuk mendaftar ke perguruan tinggi negeri diseluruh Indonesia.

A.    JALUR UJIAN TERTULIS SNMPTN

Jalur tulis SNMPTN adalah seleksi masuk perguruan tinggi negeri yang dilakukan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia dengan mengandalkan hasil ujian tersebut. Ujian tulis SNMPTN ini digunakan untuk menyeleksi siswa yang ingin masuk perguruan tinggi negeri diseluruh wilayah yang ada di Indonesia  dan waktunya telah terjadwal. Biasanya ujian tulis SNMPTN ini dilakukan setelah ujian nasional telah diselenggarakan dan sebelum pengumuman ujian kelulusan.

B.     JALUR UJIAN NON TERTULIS SNMPTN

Dalam wacana yang telah beredar di masyarakat mengenai penghapusan ujian tulis SNMPTN, kemungkinan peluang masuk perguruan tinggi negeri hanya akan dilalui dengan dua jalur yaitu:

  1. Jalur SNMPTN Undangan

Jalur SNMPTN undangan adalah seleksi masuk perguruan tinggi dengan mengandalkan prestasi akademik yang tercantum dalam rapor siswa. Dengan hasil jenjang SMA nantinya bisa dijadikan tiket untuk mendaftar disetiap perguruan tinggi negeri (PTN). Sehingga semua siswa memiliki kesempatan mendaftar disetiap perguruan tinggi negeri yang meraka inginkan. Kebijakan ini dilakukan untuk memperluas kesempatan keterwakilan siswa lokal, memperbesar angka partisipasi siswa untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, mengurangi beban siswa yang baru lulus SMA, untuk meningkatkan kualitas pendidikan pada setiap sekolah, serta untuk meningkatkan fungsi Ujian nasional (UN) dan integrasinya dengan perguruan tinggi.

Adapun kuota untuk jalur undangan memiliki komposisi sebesar 60%, yang akan dibagi dalam dua bentuk yaitu, undangan tanpa ujian tulis (diperuntukkan bagi siswa yang lulus tahun 2013) dan undangan dengan ujian tulis (untuk mengakomodasi siswa lulusan tahun sebelumnya).

Dalam wacana yang beredar di masyarakat, pola jalur undangan ini akan ditentukan berdasarkan nilai rapor serta hasil Ujian Nasional (UN). Dalam proses ini, kriteria sekolah juga turut mempengaruhi jumlah siswa yang berhak menerima jalur undangan. Ada tiga hal yang harus diperhatikan agar penentuan penerima jalur undangan dapat dilaksanakan dengan adil, yaitu:

a)Mengevaluasi kembali nilai rapor berdasarkan kriteria sekolah

b) Mengubah norma atau aturan ujian nasional (UN)

c)Memberikan akses lebih kepada siswa yang memiliki bakat khusus.

Dari wacana, Pembagian kuota jalur undangan SNMPTN ini juga disesuaikan berdasarkan tingkat akreditasi sekolah, yaitu :

a)Sekolah dengan akreditasi A kuotanya mencapai 50%

b)  Sekolah dengan akreditasi B kuotanya mencapai 30%

c) Sekolah dengan akreditasi C kuotanya mencapai 15%

d) Sedangkan untuk sekolah yang tidak terakreditasi kuotanya sebesar 5%

Dalam wacana yang beredar, SNMPTN jalur undangan ini juga perlu memprioritaskan siswa didaerah terpencil yang umumnya miskin tetapi memiliki potensi akademik sebab, mereka mendapatkan layanan pendidikan yang belum baik, sehingga perlu keberpihakan pemerintah.

  1. Jalur Mandiri

Jalur mandiri merupakan ujian masuk yang diselenggarakan oleh setiap Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang bersangkutan secara mandiri serta sesuai dengan kebijakan masing-masing perguruan tinggi negeri tersebut. Biasanya jalur ini menetapkan biaya yang sangat mahal kepada calon mahasiswa baru. Komposisi untuk  jalur mandiri yaitu sebesar 40 %.

Dalam wacananya, biaya pendidikan dengan jalur mandiri tetap, tidak ada kenaikan sebab kebutuhan pendidikan akan dipenuhi melalui BO PTN (Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri). Ketua panitia SNMPTN 2012 Akhmaloka mengungkapkan bahwa semua rektor yang masih membuka jalur mandiri sudah sepakat untuk menurunkan biaya pendidikan karena kemendikbud menjanjikan adanya BO PTN, dan persentase penurunannya tergantung kebijakan masing-masing rektor perguruan tinggi negeri tersebut.

Berdasarkan data, beberapa PTN yang membuka jalur mandiri ialah Universitas Negeri Makassar (UNM) yang membuka 1.437 kursi untuk Strata satu (S-1) dan diploma tiga (D-3). Universitas Negeri Medan (Unimed) menyediakan 2.000 kursi. Universitas Padjadjaran (Unpad) 2.504 kursi. Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menyediakan 2.337 kursi dan di Universitas Sumatera Utara (USU) tersedia 1.772 kursi.

C.    DAMPAK POSITIF

Dampak positif dari penghapusan jalur ujian tulis SNMPTN, yaitu:

  1. Akan memicu para siswa lebih dini mempersiapkan diri untuk masuk perguruan tinggi negeri lewat jalur undangan, yaitu dari kelas 1 SMA (atau kelas 10). Sebab, jalur undangan akan memperhatikan nilai rapor siswa selama sekolah. Jadi, kesuksesan itu dilihat dari prosesnya (prestasi belajar selama sekolah), bukan hanya dari hasil akhir saja (ujian tulis SNMPTN). Hal ini juga menjawab protes sebagian kalangan yang pernah mengkritik penentuan kelulusan siswa SMA hanya dari hasil UAN (Ujian Akhir Nasional) semata, sementara hasil belajar selama 3 tahun di sekolah diabaikan. Ibaratnya hasil UAN selama 3 hari dapat menghapus hasil belajar selama 3 tahun. Dengan SNMPTN jalur undangan yang porsinya besar (60%) maka jerih payah siswa 3 tahun diperhitungkan sebagai syarat diterima di PTN.
  2. Dengan dihapusnya jalur tulis dan hanya membuka jalur undangan dalam penerimaan mahasiswa baru di PTN, beban penyelenggaraan SNMPTN lebih ringan karena tidak perlu lagi mencetak naskah untuk ujian tulis. Bahkan, tanpa dipungut biaya apapun alias Gratis
  3. Mengurangi beban siswa yang baru lulus SMA, karena tidak perlu lagi belajar untuk ujian SNMPTN.
  4. Masing-masing sekolah akan berusaha untuk meningkatkan akreditasinya.

D.    DAMPAK NEGATIF

Dampak negatif dari penghapusan jalur ujian tulis SNMPTN, yaitu:

  1. Dapat memacu praktik baru untuk mendongkrak nilai rapor yang sudah ada agar peserta didik bisa masuk PTN, apalagi nanti saingannya akan lebih banyak lagi, sehingga kemungkinan besar akan membuka celah-celah terjadinya kecurangan, sehingga harus diperhatikan pemahaman karakter dalam pencapaian nilai anak secara jujur.
  2. SNMPTN undangan akan didominasi oleh anak-anak yang hanya memiliki prestasi atau kecerdasan akademik, sementara anak-anak dengan kemampuan lainnya tidak mempunyai kesempatan untuk diundang.

by: Ifan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s